Menghasilkan produk tuna premium melalui proses pengolahan yang cermat, mulai dari penerimaan ikan segar, pengolahan, pengemasan dalam minyak atau air garam, hingga penyegelan untuk menjaga kualitas dan cita rasa terbaik.
Pengujian bakteri dilakukan terhadap seluruh peralatan produksi, air yang digunakan dalam proses produksi, serta kebersihan dan higienitas karyawan guna menjamin mutu dan keamanan produk.
Area penerimaan dan inspeksi bahan baku untuk memeriksa kadar histamin serta melakukan pembersihan awal, termasuk pengeluaran isi perut ikan.
Analisis kadar histamin pada ikan, garam, minyak, dan bahan pendukung lainnya yang digunakan dalam proses produksi untuk memastikan produk tuna kaleng yang dihasilkan aman, berkualitas, dan layak dikonsumsi.
Suhu dan waktu pemasakan disesuaikan dengan ukuran ikan untuk mengurangi kandungan minyak dan cairan alami, sekaligus memudahkan proses pemisahan daging ikan dari tulangnya.
Proses loining dilakukan secara manual untuk memisahkan daging ikan dari tulang belakang serta membersihkan bagian yang tidak memenuhi standar, seperti daging gelap (black meat) dan sisa tulang.
Proses dilakukan secepat mungkin untuk menjaga kualitas produk.
Setiap loin diperiksa oleh petugas Quality Control (QC).
Seluruh daging ikan yang telah dibersihkan diperiksa menggunakan metal detector untuk memastikan tidak terdapat kontaminasi logam.
Sensitivitas alat diperiksa secara berkala oleh petugas Quality Control (QC).
Daging ikan dimasukkan ke dalam kaleng menggunakan mesin pack shaper, kemudian ditimbang. Pengendalian berat isi dan berat bersih dilakukan oleh petugas Quality Control (QC).
Proses penutupan kaleng dilakukan secara otomatis menggunakan mesin seaming. Setelah proses selesai, seluruh kaleng dicuci untuk memastikan kebersihannya.
Seluruh proses, peralatan, suhu, waktu, serta prosedur pemantauan telah disetujui oleh otoritas proses yang berwenang.
Suhu dan waktu sterilisasi dipantau serta dicatat secara berkala oleh petugas Quality Control (QC).
Sebelum proses pelabelan, seluruh produk jadi diperiksa untuk memisahkan kaleng yang cacat, berkarat, kotor, atau rusak.
Setiap kaleng diberi label yang memuat negara asal, merek, nama produk, berat bersih, tanggal kedaluwarsa, informasi nilai gizi, dan informasi lainnya sesuai ketentuan.
Kontainer dipastikan dalam kondisi bersih, kering, dan tertutup rapat untuk melindungi produk dari air, debu, kotoran, serta kontaminan lainnya.
Proses pemuatan dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan fisik pada produk.
Karton disusun menggunakan pola saling mengunci (interlocking) guna meminimalkan pergeseran produk selama proses pengiriman.
Kapasitas Produksi Tinggi: Fasilitas pabrik es internal kami mampu memproduksi hingga 100 metrik ton es per hari, sehingga menjamin pasokan es yang berkesinambungan.
Pengendalian Suhu & Kesegaran: Es langsung digunakan selama proses penerimaan dan pengolahan bahan baku untuk menjaga suhu rantai dingin (cold chain) yang optimal serta mempertahankan kesegaran ikan.
Standar Higienitas: Seluruh es diproduksi sesuai standar keamanan pangan dan higienitas yang ketat untuk memastikan bebas dari kontaminasi sebelum digunakan pada bahan baku.
Kapasitas Total 3.000 Metrik Ton: Fasilitas penyimpanan dingin kami mampu menampung hingga 3.000 metrik ton bahan baku maupun produk jadi.
Empat Ruang Penyimpanan Terpisah: Terdiri atas empat ruang dengan pengendalian suhu tersendiri untuk mendukung pengelolaan suhu, alur penyimpanan, dan pemisahan produk secara optimal.
Integritas Rantai Dingin: Suhu beku dijaga secara konsisten untuk mempertahankan mutu, keamanan, dan masa simpan produk sebelum didistribusikan ke pasar ekspor.